Johor|Harian88 – Sebanyak 24 warga negara Indonesia (WNI) penumpang kapal loncat ke laut di kawasan Tanjung Penyusup, Johor, Malaysia, saat kapal mulai terbalik dan tenggelam, Sabtu (28/7/2018). Sejauh ini, tiga orang tewas dan 16 lainnya masih hilang.

Puluhan WNI itu merupakan imigran gelap yang hendak masuk ke wilayah Malaysia. Lima orang berhasil selamat setelah berenang ke pantai.

Deputi Direktur Operasi Maritim Malaysia (MMEA) untuk Johor, Kapten Sanifah Yusof, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan diluncurkan pada pukul 07.15 pagi setelah para korban ditemukan di pantai Tanjung Penyusup.

“Sebuah kapal patroli MMEA telah dikirim ke daerah itu untuk membantu menyelamatkan para korban,” katanya.

“Penyelidikan menemukan bahwa 24 orang Indonesia telah melompat ke laut untuk menyelamatkan diri mereka saat kapal mereka mulai tenggelam terombang-ambing ombak yang kuat,” ujarnya, seperti dikutip Bernama.

Sanifah mengatakan tiga jasad korban, yakni dua pria dan seorang wanita, ditemukan pada pukul 11.20, 11.50 dan 12.05 siang waktu setempat di area pantai di Teluk Ramunia, Kota Tinggi.

Laporan lain yang dilansir The Star menyatakan, operator kapal memaksa puluhan penumpang untuk melompat ke laut dan berenang ke pantai. Padahal, beberapa dari penumpang kapal tidak dapat berenang.

“Lima dari mereka berhasil berenang ke pantai sementara tiga lainnya tenggelam,” imbuh Sanifah. Identitas puluhan WNI tersebut belum diungkap otoritas Malaysia.

Print Friendly, PDF & Email