Kuala Lumpur|Harian88 – Polisi Malaysia menyerbu blok apartemen mewah Kuala Lumpur di mana kerabat mantan Perdana Menteri Najib Razak tinggal. Mereka mencari dokumen sensitif pemerintah yang ditakutkan akan dibawa keluar dari negara itu. Demikian yang dikatakan dua perwira senior kepolisian Malaysia.

Tindakan itu dilakukan sesaat setelah Perdana Menteri baru Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan ia telah mencegah pendahulunya itu meninggalkan negara itu. Razak diduga terlibat dalam skandal multi-miliar dolar dana negara di 1MDB.

Sekitar 20 petugas polisi memasuki lobi di blok apartemen Pavilion Residences di Ibu Kota Malaysia, tepat ketika Mahathir sedang mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan anggota kunci kabinetnya.

Mereka dibantu oleh setidaknya selusin petugas penegak hukum berpakaian preman. Personel keamanan dari gedung – yang dimiliki oleh Desmond Lim, seorang pengusaha Malaysia yang kaya dan pendukung Najib – bersikap kooperatif.

“Kami mencari dokumen pemerintah yang mungkin telah diambil secara ilegal,” kata seorang perwira polisi senior, yang meminta anonimitas karena ia tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

“Pemerintah khawatir mereka bisa sensitif dan penting, dan bisa dibawa keluar negeri,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/5/2018).

Dia menolak mengatakan apakah ada dokumen yang ditemukan dan menggambarkan operasi itu masih dalam perkembangan.

Tindakan polisi itu menyusul pengaduan yang diajukan oleh dua pemimpin sayap pemuda partai politik Mahathir, Bersatu.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejumlah mobil van yang dihiasi logo departemen dan kabinet perdana menteri mengirimkan kotak untuk 50 tas Birkin ke Pavilion Residences pada Kamis malam.

Disebutkan bahwa kotak-kotak itu mengatasnamakan Rosmah Mansor sebagai penerima barang.

Dua foto yang diberikan bersama laporan itu menunjukkan van dengan logo departemen dan troli belanja yang berisi kotak-kotak oranye. Lokasi, tanggal dan isi kotak – termasuk apakah ada tas di dalamnya – tidak dapat dipastikan dari foto tersebut.

“Tas Birkin tersebut masing-masing seharga USD200.000,” kata laporan itu.

Menurut polisi, anggota keluarga Najib tinggal di apartemen tersebut, tetapi mereka menolak menyebutkan namanya.

Print Friendly, PDF & Email