Jakarta|Harian88 -Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang tak sebagus Joko Widodo hanya karena faktor petahana belaka.

“Ya Pak Prabowo kan bukan petahana, kalau petahana tiap hari ada dalam berita batuk saja jadi berita,” kata Fadli di Jakarta Rabu (13/9).

Sebagaimana dirilis Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dari surveinya, elektabilitas Prabowo stagnan sedangkan Joko Widodo terus menanjak. Keduanya diperkirakan akan berhadapan pada Pilpres 2019.

Prabowo, kata Fadli, disibukkan dengan urusan partai. Prabowo membina partai dan juga ketemu tokoh-tokoh masyarakat. Karena itu, wajar apabila Prabowo kurang mendapat sorotan, dan elektabilitasnya cenderung stagnan.

Hal lain, menurut Fadli, karena kompetisi dan kampanye terbuka sesungguhnya belum dimulai. “Jadi ya wajar saja, calon pun belum. Ya nanti kita lihat lah, masih dua tahun lagi,” tutur Fadli.

Dia juga tak khawatir apabila dalam masa dua tahun itu elektabilitas Jokowi meroket. “Saya enggak khawatir, karena kompetisinya sendiri kan belum (mulai),” ujar Fadli. Survei CSIS terhadap 1.000 orang yang tersebar di 34 provinsi, dari 23-30 Agustus 2017 menunjukkan tingkat elektabilitas Presiden dan tokoh-tokoh politik.

Hasilnya elektabilitas Jokowi meningkat dari 36,1 persen (2015), 41,9 persen (2016), menjadi 50,9 persen (2017). Sementara itu, elektabilitas Prabowo cenderung mengalami stagnasi dari 28 persen (2015), 24,3 persen (2016), menjadi 25,8 persen (2017)

Print Friendly, PDF & Email