Teheran|Harian88 – Presiden Iran, Hassan Rouhani menyatakan, tujuan utama Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah adalah menciptakan perpecahan di kawasan. Rouhani menegaskan, Iran tidak akan membiarkan AS mencapai tujuan tersebut.

Rouhani, yang berbicara saat peringatan revolusi Islam Iran di Lapangan Azadi, tidak menyampaikan secara gamblang mengenai serangan Israel di Suriah. Dia hanya menyatakan, apapun yang coba direncanakan AS dan Israel, akan menemui kegagalan.

“Mereka (AS dan Israel) ingin menciptakan ketegangan di wilayah ini, mereka ingin membagi Irak, Suriah. Mereka ingin menciptakan kekacauan jangka panjang di Lebanon, tapi dengan bantuan dari kami, rencana mereka akan menemui kegagalan,” ucap Rouhani, seperti dilansir Reuters pada Minggu (11/2).

Sementara itu, dalam peringatan revolusi Islam Iran, negara tersebut memamerkan salah satu persenjataan terkuat mereka, yakni rudal Ghadr. Rudal balistik ini memiliki jarak tembak hingga 2000 km.

Iran mengatakan bahwa program rudalnya hanya bersifat defensif dan tidak dapat dinegosiasikan. AS dan sejumlah negara Eropa meminta Iran untuk memasukan program rudal balistiknya dalam rencana pembicaraan perubahan kesepakatan nuklir.

Print Friendly, PDF & Email